Ilmu dan Amal / Geest wil daad - Ir. Sukarno
Pada tanggal 19 September 1951, di hadapan civitas academica Universitas Gadjah Mada, Ir. Sukarno menyampaikan pidato yang begitu menggugah saat menerima gelar kehormatan Doctor Honoris Causa. Judul pidatonya sederhana namun dalam maknanya: "Ilmu dan Amal", atau dalam ungkapan Belanda yang ia kutip, "Geest wil daad", yang berarti jiwa menghendaki perbuatan. Bagi saya pribadi, pidato ini terasa lebih dari sekadar orasi akademik ia adalah seruan jiwa, ajakan tulus dari seorang pemimpin kepada bangsanya untuk tidak berhenti hanya pada pemikiran, tapi bergerak, bertindak, mengamalkan. Bung Karno ingin menyampaikan bahwa ilmu, setinggi apa pun, akan hampa jika tidak dijalankan; sementara tindakan, sekeras apa pun, bisa kehilangan arah jika tidak disertai dengan pengetahuan yang terang.
Dalam pidatonya, ia seperti menantang para sarjana dan kaum intelektual Indonesia untuk tidak hanya nyaman di ruang-ruang teori dan konsep, tetapi harus turun ke tengah masyarakat, membawa ilmunya untuk menyelesaikan masalah nyata bangsa. Ia tak mau kaum terpelajar menjadi menara gading yang tinggi tapi asing, cerdas tapi jauh dari rakyat. Yang menarik dan terasa sangat relevan hingga kini adalah penekanannya pada keberanian moral bahwa ilmu tak boleh menjadi alat eksploitasi, tetapi justru menjadi sumber pengabdian. Bung Karno mengajak kita semua untuk menjadi manusia yang utuh: berpikir dan berbuat, tahu dan merasa, paham dan peduli.
Bagi saya, pesan ini sangat menampar, terutama di zaman sekarang di mana ilmu seringkali hanya dijadikan alat mencari status, gelar, atau pengakuan. Sukarno mengingatkan, bahwa kemerdekaan Indonesia tidak diperjuangkan oleh orang-orang yang hanya pintar, tapi oleh mereka yang mau turun tangan, yang rela berkorban, yang menjadikan pengetahuan sebagai senjata untuk memperjuangkan keadilan. Dalam semangat itu, saya merasa pidato ini bukan sekadar dokumen sejarah, tetapi panggilan abadi untuk siapa pun yang ingin menjadikan hidupnya bermakna—melalui ilmu yang tidak hanya dipelajari, tapi juga diamalkan.

Comments
Post a Comment