Semua orang, pada akhirnya, akan sampai di satu titik yang sama, titik jenuh. Titik di mana janji yang dulu diucapkan dengan penuh keyakinan mulai kehilangan makna. Di mana perjuangan untuk menepati kata-kata yang pernah dilontarkan terasa berat, bahkan menyakitkan. Awalnya semua terasa begitu tulus, berjanji untuk berusaha, untuk bertahan, untuk tidak mengecewakan. Namun seiring waktu, semangat itu perlahan memudar, dan janji-janji itu pun mulai dilupaka, seolah tak pernah ada. Manusia memang mudah berjanji saat hatinya sedang hangat. Tapi ketika kenyataan mulai menampar, janji itu pelan-pelan terkikis oleh lelah, oleh waktu, oleh keadaan yang tak lagi sama. Hingga pada akhirnya, yang tersisa hanyalah kata-kata kosong yang menggantung di udara, tak lagi punya tempat untuk pulang. Dan di sisi lain, ada seseorang yang menunggu. Seseorang yang menggenggam janji itu erat-erat, percaya bahwa kata-kata yang pernah diucapkan akan ditepati. Tapi semakin lama ia menunggu, semakin ia sada...
Comments
Post a Comment