Narkolema: Narkoba Lewat Mata
Narkolema merupakan akronim dari Narkoba Lewat Mata alias pornografi. Kehadiran media komunikasi dan informasi mempermudah penyebaran konten pornografi. Survei menyatakan setiap tahunnya ada 72 juta pengunjung website pornografi atau setiap detiknya kurang lebih ada 28 ribu pengguna internet mengakses konten porno. Dua per tiganya merupakan pengguna internet laki laki, sedangkan perempuan sisanya. Usia 12-17 tahun merupakan pengguna internet yang mengakses pornografi, jelas usia 12-17 tahun merupakan usia dibawah umur dan belum layak untuk menonton konten porno. Narkolema (Narkoba Lewat Mata) adalah pornografi yang dilihat oleh seseorang yang memiliki efek kecanduan dan daya rusak sebagaimana pada pengguna narkotika. Kerusakan yang dialami akibat kecanduan pornografi adalah rusaknya otak bagian depan (pre frontal cortex/ PFC). Pre Frontal Cortex berfungsi sebagai pusat pertimbangan dan pengambilan keputusan serta membentuk kepribadian seseorang (Hardiningsih, et all, 2021).
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaaan Anak (Kemen PPPA) menyebut kasus pornografi di kalangan anak termasuk kejahatan luar biasa. Data tahun 2016 mencatat, lebih dari 63 ribu anak di Indonesia telah terpapar ponografi dalam dua bulan (Kementerian Kesehatan RI, 2022).
Banyak faktor yang bisa menyebabkan seserang mengalami narkolema mulai dari adanya kontrol diri yang kurang pada remaja, sikap individu, dan pengawasan orang tua yang kurang sering dikaitkan dengan hal ini. Lemahnya pengawasan orang tua pada anak bisa mempercepat dan mempermudah anak mengakses pornografi. Selain itu faktor teman sebaya (peer group) juga dapat menjadi penyebab seorang mengalami narkolema (Kementerian Kesehatan RI, 2022).
Narkolema memiliki sejuta pengaruh buruk terhadap kesehatan mental mapun fisik. Kencanduan pornografi bisa memberikan pengaruh terhadap kegagalan adaptasi, serta merusak fungsi otak dan struktur otak. Pola kerusakan yang terjadi menyerupai gejala fisiologi seseorang yang mengkonsumsi alkohol dan narkoba (Kementerian Kesehatan RI, 2022).
Refrensi
Hardiningsih. (2021). Penyuluhan Tentang Narkolema Pada Remaja di Kelurahan Wonorejo Kabupaten Karanganyar. PLACENTUM Jurnal Ilmiah Kesehatan Dan Aplikasinya, 9(2).
Kementerian Kesehatan RI. (2022, July 27). Narkolema, Penyebab, akibat, dan, penanggulangan. Yankes.kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/658/narkolema-penyebab-akibat-dan-penanggulangan

Comments
Post a Comment