Museum Multatuli
![]() |
| Andika Ramadhan |
Pengalaman mengunjungi museum Multatuli yang terletak di kabupaten Lebak provinsi Banten, museum yang hanya ada 2 di dunia yang terletak di Rangkasbitung dan Belanda.
Siapakah Multatuli?
Multatuli merupakan nama samaran dari orang Belanda yang bernama asli Eduard Douwes Dekker, Multatuli memiliki arti “Aku telah banyak menderita”. Multatuli lahir di Amsterdam, 2 Maret 1820. Sejak muda Multatuli bekerja pada pemerintah Belanda menjadi Asisten Residen di Lebak, Banten namun mengundurkan diri karena tidak tahan dan kecewa terhadap penindasan dan kekejaman penguasa lokal dan kolonial Belanda terhadap rakyat Lebak, Banten.
Kiprah Multatuli
Multatuli menulis mahakarya yang mengguncang dunia berupa buku yang berjudul Max Havelaar yang terbit pada 14 Mei 1860. Max Havelaar berisi pertentangan eksploitasi dan penindasan yang dilakukan oleh kolonial Belanda di Pulau Jawa, Multatuli merupakan salah satu pelopor yang menentang sistem kolonialisame yang kejam yang dilakukan oleh bangsanya sendiri.
Profil Museum Multatuli
Museum Multatuli diresmikan oleh Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya bersama Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI Hilmar Farid pada tanggal 11 Februari 2018. Museum Multatuli beralamat di Jl. Alun-Alun Timur No. 8, Rangkasbitung Barat, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Fakat-Fakta Terkait
- Hanya ada 2 Museum Multatuli di Dunia, yaitu Museum Multatuli di Amsterdam, Belanda dan yang ada di Rangkasbitung, Lebak, Provinsi Banten;
- Buku yang ditulis Multatuli yaitu Max Havelaar telah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa.

Comments
Post a Comment