Nature dan Nurture
- Nature Nature merujuk pada faktor-faktor biologis atau genetik yang diwariskan sejak lahir, seperti sifat, temperamen, dan potensi bawaan (Honeycutt, 2019; Turkheimer, 2024).
- Nurture mengacu pada pengaruh lingkungan, pengalaman, pendidikan, dan interaksi sosial yang membentuk perilaku dan perkembangan individu (Honeycutt, 2019; Turkheimer, 2024).
- Penelitian modern sepakat bahwa perkembangan manusia adalah hasil interaksi kompleks antara nature dan nurture, bukan dominasi salah satu faktor (Crews et al., 2014; Sameroff, 2010; Turkheimer, 2024).
- Konsep ini menolak dikotomi mutlak dan menekankan bahwa gen dan lingkungan saling memengaruhi secara dinamis sepanjang hidup (Crews et al., 2014; Krubitzer & Kahn, 2003; Sameroff, 2010).
- Misalnya, gen dapat memengaruhi respons individu terhadap lingkungan, sementara pengalaman lingkungan dapat memodifikasi ekspresi gen melalui mekanisme epigenetik (Crews et al., 2014; Miller & Jones, 2014).
Dalam hal genetika, setiap anak dilahirkan dengan potensi genetik yang berbeda-beda. Beberapa anak secara alami memiliki kecerdasan linguistik yang tinggi, sementara yang lain unggul dalam kecerdasan logis atau kinestetik. Faktor keturunan, kondisi otak, dan bahkan temperamen dasar mempengaruhi bagaimana anak berkembang di bidang tertentu. Jadi, jika seorang anak tidak unggul di satu bidang, mungkin karena perbedaan alami yang tidak dapat dibandingkan langsung dengan anak lain.
Namun, lingkungan juga memiliki dampak besar. Cara seorang anak dibesarkan, hal-hal yang mereka pelajari, seberapa besar dukungan guru mereka, dan lingkungan tempat mereka tinggal di rumah dapat memiliki efek positif atau negatif pada potensi seorang anak. Misalnya, anak-anak yang kesulitan membaca dapat membaik jika mereka menerima bimbingan yang sabar, strategi belajar kreatif, dan dorongan positif dari orang-orang di sekitar mereka. Namun, anak-anak yang memiliki potensi besar dapat terhambat pertumbuhannya jika lingkungan mereka tidak mendukung.
Jika Anda memahami kelemahan seorang anak, Anda dapat melihatnya sebagai campuran unik antara gen mereka dan hal-hal yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh orang tua mereka. Tugas kita bukanlah menuntut anak untuk sempurna, tetapi membantu mereka menemukan cara untuk mengatasi kesulitan sambil tetap menghargai kekuatan yang sudah mereka miliki. Hal ini membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang seimbang, percaya diri, dan memiliki kepribadian yang utuh.
Referensi
Crews, D., Gillette, R., Miller-Crews, I., Gore, A. C., & Skinner, M. K. (2014). Nature, nurture and epigenetics. Molecular and Cellular Endocrinology, 398(1-2), 42–52. https://doi.org/10.1016/j.mce.2014.07.013
Honeycutt, H. (2019). Nature and Nurture as an Enduring Tension in the History of Psychology. In Psychology. xford Research Encyclopedia of Psychology. https://oxfordre.com/psychology/display/10.1093/acrefore/9780190236557.001.0001/acrefore-9780190236557-e-518
Krubitzer, L., & Kahn, D. M. (2003). Nature versus nurture revisited: an old idea with a new twist. Progress in Neurobiology, 70(1), 33–52. https://doi.org/10.1016/s0301-0082(03)00088-1
Miller, G. W., & Jones, D. P. (2014). The Nature of Nurture: Refining the Definition of the Exposome. Toxicological Sciences, 137(1), 1–2. https://doi.org/10.1093/toxsci/kft251
Sameroff, A. (2010). A Unified Theory of Development: A Dialectic Integration of Nature and Nurture. Child Development, 81(1), 6–22. https://sites.nd.edu/edu60455/files/2012/06/Sameroff-A-unified-theory-of-development-nature-nature.pdf?utm_source=consensus?utm_campaign=redirect&utm_medium=web&utm_source=blogs.nd.edu&utm_source=consensus
Turkheimer, E. (2024). Understanding the Nature‒Nurture Debate. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781108955775

Comments
Post a Comment